Now Playing Tracks

Saya bangga menjadi remaja Bandung.

Kenapa? tiba-tiba banget kayaknya setelah sekian lama hiatus di jagad tumblr.

Beberapa bulan kebelakang saya mencoba banyak kegiatan baru untuk menyibukkan diri, sebenarnya bukan sebuah kegiatan anti-internet, hanya saja ingin mecoba hal-hal yang lebih real, melihat dunia lebih real daripada melihatnya melulu melalui layar. Singkatnya, saya mencoba aktif di klub angklung dibawah naungan Sahabat Museum Konferensi Asia-Afrika (saya juga baru tau, ternyata ada banyak klub kebahasaan, kesenian dan banyak lagi!)

Sebulan lebih aktif di klub tersebut, akhirnya tampil untuk menyemarakan peringatan Konferensi Asia-Afrika yang ke 59 yang dihadiri perwakilan delegasi dari kedutaan negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika, jajaran pejabat provinsi dan kota, serta perwakilan dari KEMENLU. Pembukaan acara pada tanggal 17 April dilaksanakan di depan Gedung Merdeka. Rangkaian acaranya sendiri adalah penampilan rombongan paduan suara dari Medan dan Bali, penampilan angklung dari sahabat museum KAA (SMKAA), pidato para pejabat seperti wakil gubernur Jabar; Dedi Mizwar dan Duta Besar Indonesia; Dian Triansyah Djani, marching band, pengibaran 106 bendera Asia - Afrika, dan defile pasukan berkuda kavaleri, komunitas-komunitas sejarah di Bandung, anak-anak PAUD, mahasiswa asing di Indonesia, dan diakhiri marching band Panorama, SecapaAD yang membahana. Saya bukan hendak membicarakan kelangsungan acaranya yang sudah pasti seru banget dan worth to watch! (percaya deh) tapi hendak membagi perasaan yang luar biasa senaaaang berada ditengah keramaian itu.

Disana berkumpul semua orang yang peduli pada sejarah yang telah menorehkan garis perdamaian dunia. Di Bandung, kota yang menjadi saksi sejarah yang diakui dunia, yang memegang hasil kongres tersebut; Dasasila Bandung yang mencerminkan solidaritas Negara- negara Asia Afrika dan perjuangan melawan imperialism dan kolonialisme. Dan tidak ada yang lebih membanggakan mendengar kutipan dari Jawaharlal Nehru (PM India) dibacakan “Bandung is a Capitol city of Asia and Africa” yang memegang janji perdamaian negara-negara Asia Afrika, yang diakui dunia, dimana setelah moment Bandung Conference banyak negara-negara seperti Ghana, Cuba dan negara lainnya mendeklarasikan kemerdekaannya.

Saya semakin bangga akan Bandung, bukan hanya karena wisata kuliner, wisata belanja, cafe-cafe kece dan tempat hangout hits tapi juga akan sejarahnya. Karena saya begitu cinta kedamaian, karena saya begitu cinta kota ini, karena saya begitu cinta negri ini. Dan saya yakin, bukan hanya bangga menjadi remaja Bandung, tapi untuk sepenuhnya memiliki darah Bandung, semangat Bandung, semangat perdamaian yang mengaliri jiwa, selamanya.

Indonesia tanah air beta
Disana tempat lahir beta
Dibuai, dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata …

"Peace is not a relationship of nations. It is a condition of mind brought about by a serenity of soul. Peace is not merely the absence of war. It is also a state of mind. Lasting peace can come only to peaceful people.
Jawaharlal Nehru
Faktor utama melejit atau tenggelamnya potensi seorang perempuan setelah pernikahan adalah keputusan dan tindakan suami. Kita tentu sering mendengar bahwa di balik laki-laki sukses ada perempuan hebat. Sesungguhnya, di balik perempuan sukses pun ada laki-laki bijak. Jika semua laki-laki dan perempuan bisa bersinergi dengan baik, maka sesungguhnya yang ada di dunia hanyalah laki-laki dan perempuan sukses.

Sari A. Rahmawati

(via kurniawangunadi)

(Source: anothersunstory)

makeupbox:

Benefit x Makeupbox “Radiant Orchid” Giveaway!

Radiant Orchid is the color of the year, and yes, Benefit Cosmetics Singapore is sponsoring 3 pairs of Lollitint Lip & Cheek Stain and Ultra Plush Lipgloss in “Kiss You” for 3 Makeup Box readers/followers!

(This is open internationally.)

From now ‘til 5 April (11:59 p.m. Singapore time), simply reblog or post on your Blog/Facebook/Instagram/Pinterest/Twitter/Dayre/(whatever!) with a reply to the question: 

  • "What do you like about Benefit Cosmetics?" and hashtag that post with #benefitxmakeupbox  and tag me if you’re afraid I’ll miss it
  • IMPORTANT: please make sure your page or account is public so we’re able to view it, or your entry will not be valid. 

Then visit this contest entry page here!!! We will need:

  1. That link or “share url” to your post.
  2. A valid email contact. This is to be sure I can contact you to get your details if you win. (No 3rd party other than Benefit Cosmetics Singapore will be privy to your details.)
  3. The platform you follow me on and what your account name is. (e.g. “Instagram, @doodlegummy” or “Tumblr, mel298309”)
  4. Which country you’re from!

After the contest closes, 3 winners will be picked and contacted for details via the email addresses provided. Do ensure your email account is active because if you do not reply within 48 hours, I will have to pick another person to receive your prize!

me joiiiin!

There comes a time when you just have to stand up and shout ‘this is me damn it! I look the way I look, think the way I think, feel the way I feel, love the way I love! I am a whole complex package. Take me…or leave me. Accept me – or walk away! Do not try to make me feel less of a person, just because I don’t fit your mould. If I need to change, I alone will make that decision’.
Gerard Way

Merambah

mungkin melankolisnya nyebar kemana-mana, sekarang ngerasa ditinggalin dan terlupakan sama temen-temen juga. gak pernah diajak main padahal kuliah cuma sampe rabu. mungkin karena topik obrolannya udah gak sama kali yah? aku sih belum mikirin skripsi, malahan ngerasa masih jauh banget, banyak yang harus diulang (sedih gini hidup gue)

akhirnya tetep aja temen paling oke tuh yaa benda mati, (apa temen gue harus dibuat jadi benda mati juga gitu? astagfirullah kok jadi psycho sih)

hello winamp playlist, agatha christie’s books and the best I ever warm blanket!

waktu pikiran kamu gak bisa tenang, kata-kata yang keluar juga seperti susah dimengerti. so I sit in front of this monitor for about 3 hours and still cannot produce the right words to describe what I feel.

lost? missing? guilty? none of these words perfectly describe my condition. thank God my logic still run, but what you think and what you do are a different matter.

Harusnya hari ini sama aja kayak kemarin. sama gak dapet kabar, sama gak diperhatiin, (mungkin) sama gak disayang. tapi kalo statusnya ternyata  beda, ternyata rasanya juga beda. mungkin ada semacam insecurity bahwa dia mungkin bakal berani flirting sama orang lain, yaaa perasaan was was setiap pasangan baru putus kali yah.. mana gue tau! ini pacar pertama gue, ini putus pertama gue.

Hari ini rasanya lebih buruk dari kemarin, kalau kemarin mungkin masih ada pikiran bahwa dia bisa aja nunggu kabar dari gue, sekarang mungkin bodo amat, tapi mungkin juga nungguin, yaaa mungkin cuma mungkin kan?. I’m tumbling down for realizing that I mean nothing after all these years and how could I still crying for this such matter (oh I dont understand my utterance!)

well, I may fall down, and it may not easy to cover up but I know I gonna rise and shine again, with or without you, I will be higher than the sun cz I am not afraid even to walk this world alone.

sekolah atau belajar?

Minggu yang lalu ketika di kelas sedang membicarakan marxism dan ideologi nya, entah kemana hulunya sampai ketika sang dosen kami mengatakan “sekolah itu untuk sebagian yang bodoh, yang tidak bisa mendisiplinkan dirinya untuk belajar”.

Terfikir juga, dunia yang amat luas ini adalah tempat belajar, kata lain dari sekolah yang amat nyata. Setiap orang yang kita temui adalah pelajaran, jangan dipungkiri mereka mampu membukakan mata kita untuk hal yang paling kecil sekalipun. Jika hanya untuk belajar, sekolah bukanlah satu-satunya tempat. Jadi, senaif itukah niat kita untuk sekolah?

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah mampu membawa kita bahkan ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan sekalipun. Yang terpenting dari sekolah adalah kita mendapatkan sebuah pengakuan. That piece of paper yang bisa membawa kita ke tempat-tempat indah dan menakjubkan. Ijazah.

Jika melihat tokoh-tokoh yang mampu menjadi luar biasa tanpa sekolah seperti misalnya Ajip Rosidi, Gunawan Muhamad, dan mungkin masih sangat banyak yang lainnya, seperitinya sekolah benar-benar tidak begitu penting. Kita lebih banyak belajar di luar sekolah, karena sejatinya setiap orang adalah ” a life learner ” bukan? Tapi apa sih, yang kita ketahui tentang perjuangan mereka? Tidak bersekolah bukan artinya mereka tidak menderita dengan tugas paper skripsi dan jurnal sebangsanya, bukan?

Jika tidak mau bersekolah, maka mutlak yang harus dilakukan adalah: please make an incredibly awesome things! dan sepertinya itu saja tidak cukup, diperlukan juga pengakuan dari society maka itu mungkin akan menjadi langkah awal. Mari kesampingkan hal peruntungan dan hal-hal gambling yang tidak bisa dijadikan sandaran. Bersekolah pun tetap membutuhkan kerja keras. Kadang hidup secara keseluruhan memang tidak punya banyak pilihan dalam waktu yang sama, hidup juga merupakan sekumpulan dari pilihan.The thought is yours, the choice is so.

Just After the Memorabilia Sonata

Aku merasa harus menuliskannya, bukan karena suatu hari aku akan lupa tapi karena hal ini tidak layak untuk disembunyikan sendiri.

Setelah setengah semester, ternyata mempersiapkan event dengan massa yang begitu banyak itu tidak mudah, benar-benar kagum dan salut kepada bapak ketua pelaksana (click: uwenos.tumblr.com) yang begitu hebat dan sangat bekerja keras untuk kami semua kroco-kroco nya :D.

Aku tidak hendak menjabarkan semua kekurangan atau kelebihan dari proses pertunjukan ini, toh yang lalu tetap saja tertinggal dibelakang, dan toh masing-masing dari kita pun tahu apa yang harus direnungkan.

Lebih dari itu, saya merasa terhormat untuk diberi kesempatan menjadi coordinator divisi tatarias (ciee makeup artist). Saya berterimakasih kepada yang telah percaya, meski awalnya saya merasa takut sekaligus tertantang karena event ini sama besarnya dengan event 4 tahun yang lalu sewaktu saya masih berada di jurusan seni, bedanya, dulu saya hanya menjadi talent yang menurut saja saat diberi instruksi sedangkan sekarang saya harus mengatur strategi dan memberi instruksi. Dengan basic soft skill saya yang masih kurang baik, saya mencoba menjadi pemimpin yang berdemokrasi (aduuh apasih, kayak kampanye partai) dan mendengarkan sebanyak-banyaknya masukan dari team, tetapi overall saya merasa santai sampai saat itu datang, saat dimana latihan, persiapan, pemantapan akan menjadi yang terakhir kali.

Gladi. Hari dimana semuanya harus sudah matang, hari dimana semuanya mungkin tidak bisa tidur, bukan karena kita bersiap dan menyeting panggung sampai larut, tetapi lebih karena kita khawatir dengan apa hal terburuk yang mungkin terjadi besok. Tidak bisa dipungkiri, semua menyimpan hal itu meskipun Nampak dari luar terlihat tenang dan tertawa terbahak-bahak, tapi merekalah yang tawanya paling keras yang menyimpan kekhawatiran paling besar.

Kami melakukan hal yang terbaik hari ini, menganggap hari ini adalah hari yang paling kita tunggu telah tiba. Tapi nyatanya, semua orang merasa kecewa, sutradara, asisten sutradara, semua merasa pesimis akan apa yang akan kami tampilkan. Stage manager dan semua crew pun merasa cemas. Tapi tidak banyak yang bisa dikatakan pada evaluasi malam itu, kata paling bijak yang dikatakan hanyalah “selamat istirahat” dan semua orang pun berjalan tertunduk merasa lelah, kecewa, dan khawatir yang tidak tergambarkan.

Hanya beberapa yang tersisa di gedung besar itu, beberapa crew yang masih harus bekerja, dingin dan kekhawatiran saling melengkapi. Aku menghabiskan sisa tenagaku malam itu untuk menyapu dan mengepel ruang rias besar dan polos yang tidak bercermin itu. Jelaslah ini sebetulnya bukan ruang rias, mungkin lebih pada ruang tunggu.

Aku mengistirahatkan ragaku, menghangatkan tubuhku yang tergeletak di lantai dingin sebisa mungkin. Saya tidak mencoba menjajarkan beberapa kursi untuk dijadikan tempat tidur karena itu semua hanya akan membuat tubuhku pegal dan mungkin tidak akan bisa bergerak bebas esoknya, jadi kulapis saja tubuhku dengan jaket sebelum berbaring di sleeping bag yang tidak terlalu tebal itu. Pukul 2 dini hari semua suara telah lenyap, mungkin mengistirahatkan diri.

Pagi sekali, sekitar pukul 5 dini hari, beberapa orang telah bangun untuk shalat dan bersiap lebih keras lagi, aku mencoba mengistirahatkan tubuhku lebih lama lagi sebelum akhirnya bangun untuk shalat. Para talent mulai berdatangan sekitar jam 6 pagi, kami langsung saja mendandani mereka yang akan tampil sekitar jam 2 siang nanti. Waktu yang cukup lama memang, tapi kurang lebih 80 orang yang masih mengantri untuk di rias, akan memakan waktu sangat lama. Aku memang tidak sendiri pastinya, teman-temanku yang lebih terampil sangat membantu proses ini. Aku tidak ingat makan, sarapan yang dibelikan teman masih utuh saat panitia konsumsi mengantar makan siang, itupun tak langsung ku lahap, rasanya kurang selera sebelum menyelesaikan tugasku dulu.

Begitupun saat pertunjukan berlangsung, kami masih harap-harap cemas. Aku tidak bisa beranjak dari back stage, beberapa actor harus berganti kostum dan makeup. Aku tidak bisa menonton pertunjukannya, namun setiap orang mengatakan ini diluar ekspektasi kita, pertunjukannya sangat bagus, sukses, dan semua aspek dalam kondisi yang bagus dan tepat. Sampai pada pertunjukannya selesai dan semua panitia diminta untuk memberikan persembahan terakhir: joged Caesar! Ini hanya bercanda dan melepas penat saja tentunya.

Hatiku bergetar dimana saat semua crew dan actor yang terlibat, bergandengan tangan dan lalu membungkukan badan sambil berteriak “TERIMAKASIH”, hampir saja aku tidak bisa menahan air mata. Semuanya selesai, berakhir seperti yang selalu kita inginkan, tapi perasaan ini malah campur aduk. Lega, terharu dan sedikit menyesal karena selalu berharap ini segera berakhir, nyatanya ketika ini benar-benar berakhir, aku malah masih ingin berlama-lama.

Ini adalah kesekian kalinya aku terlibat dalam pertunjukan yang cukup besar, tapi kali ini aku merasa lebih bisa mengambil pelajaran dari setiap prosesnya.

Ucapan terimakasih yang kami teriakan bukan hanya saja untuk para pengunjung dan sesama crew yang saling mendukung, tapi juga untuk diri sendiri, dimana kita telah membuat diri ini berjalan dan berlari sangat cepat dalam proses ini, bukankah ia pantas untuk ucapan terimakasih?

Proses ini bukanlah proses untuk mengetahui siapa orang-orang disekitar kita sebenarnya, tapi harus disadari bahwa ini membuka sedikit pertanyaan tentang ‘siapa aku yang sebenarnya’. Beberapa hal yang aku sadari dari pertanyaan itu adalah bahwa aku bukanlah orang yang pintar mengatur dan me-manage hal-hal teknis, tapi lebih pada praktisioner.

Ah ya! Orang yang membuat sadar akan betapa berharganya kerja keras yang aku lakukan adalah orang yang baru saja aku kenal, Chin Jinseo namanya, salah seorang staff divisi penata rias yang aku ketuai. Dia lah yang pertama mengucap terimakasih atas kerja kerasku, dia yang mengatakan bahwa aku luar biasa, dia yang sangat menghargai kerja kerasku dan konsistensiku untuk terus berlari pada track yang tetap. Dia yang menyadarkan betapa aku seharusnya bisa menghargai diri sendiri. Dia, seorang pelajar dari korea yang baru kukenal beberapa minggu terkahir, yang mengajarkan aku sesuatu yang menurutku adalah pelajaran terbesarnya. Aku menganggap diriku pantas mendapat hadiah untuk selesainya pentas ini. 2 potong cheese cake tidak terlalu berlebihan kan? I just want to reward myself.

Selamat istirahat semua keluarga Memorabilia Sonata, jangan berpikir kalian selalu kurang dalam melakukan sesuatu, kerja keras kalian sudah lebih dari luar biasa, YOU ARE MORE THAN JUST AMAZING! TERIMAKASIH BANYAK PALS..

“This process is more like to know ‘who I really am’ than to compare and to wonder ‘who they really are’ “

29 Januari 2014

To Tumblr, Love Pixel Union